FAKTANASIONAL.COM, – Pancuran Tuk Bulus di Dusun Tegal Balong, Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, resmi ditetapkan sebagai destinasi wisata alam. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya pada Sabtu (31/10/2026), sekaligus menandai pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat di wilayah tersebut.

Pancuran Tuk Bulus memiliki keunikan berupa sumber mata air yang terus mengalir sepanjang tahun, bahkan ketika wilayah sekitarnya mengalami musim kemarau panjang. Keistimewaan tersebut menjadi modal utama masyarakat dalam mengembangkan kawasan pemandian ini menjadi destinasi wisata sejak 2019.

Sebelum dikembangkan sebagai objek wisata, sumber air Tuk Bulus dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kebutuhan mandi dan mengairi lahan pertanian. Seiring waktu, potensi tersebut dikembangkan melalui berbagai fasilitas wisata hingga menjadi salah satu ikon Kalurahan Bimomartani.

Lurah Bimomartani, Tutik Wahyuningsih, menyampaikan bahwa perkembangan Pancuran Tuk Bulus merupakan hasil inisiatif dan keterlibatan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal.

“Sekarang sudah terbukti bahwa Tuk Bulus menjadi ikon wisata Bimomartani,” ungkap Tutik.

Pengembangan Fasilitas dan Pelestarian Budaya Lokal

Pengembangan Pancuran Tuk Bulus dilakukan melalui pembangunan sarana fisik dan penguatan kegiatan budaya masyarakat. Dari sisi infrastruktur, kawasan wisata ini dilengkapi kolam pemandian untuk orang dewasa dan anak-anak, kolam terapi ikan, serta kolam bulus atau kura-kura.

Fasilitas pendukung lainnya meliputi taman, toilet, warung, rumah budaya untuk pertunjukan kesenian, hingga area kegiatan outbound. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pengelola juga mengembangkan potensi kesenian tradisional sebagai identitas budaya kawasan. Sejumlah kegiatan yang dikembangkan meliputi karawitan, seni tari, gejug lesung, dan jatilan.

Ketua Pengelola Pancuran Tuk Bulus, FX Eko Handana Putra, menjelaskan bahwa wisatawan yang berkunjung berasal dari berbagai daerah. Aktivitas pengunjung tidak terbatas pada berenang, tetapi juga memanfaatkan fasilitas outbound. Keberadaan homestay di Dusun Tegal Balong turut mendukung kebutuhan akomodasi wisatawan.

Bupati Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam peresmian tersebut, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi upaya masyarakat dalam mengembangkan Pancuran Tuk Bulus. Ia mendorong pengelola agar terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, serta sektor terkait lainnya.

“Hari ini Pancuran Tuk Bulus sudah berkembang baik. Apa yang sudah dikembangkan oleh warga ini mari didukung dan pemerintah akan menindaklanjuti sebagai program mensejahterakan masyarakat,” ujar Harda.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan pengembangan destinasi wisata. Ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kebutuhan maupun kendala kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti melalui program yang tepat.

Pengembangan Pancuran Tuk Bulus sejauh ini juga memperoleh dukungan dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Institut Pertanian Yogyakarta (Instiper) dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Harda menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Ia menekankan perlunya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.

“Kolaborasi seperti ini mari kita bangun sehingga programnya masyarakat Bimomartani dan universitas bisa nyambung. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri sehingga kolaborasi pentahelix sangat diperlukan,” katanya.

Pengelolaan Anggaran Harus Tepat Sasaran

Dalam kesempatan tersebut, Harda juga menyinggung kondisi anggaran Pemerintah Kabupaten Sleman. Pada tahun anggaran 2026, Dana Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Sleman mengalami pemotongan sebesar Rp279 miliar.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran agar lebih tepat sasaran. Menurut Harda, kolaborasi menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong peningkatan pendapatan sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Untuk mengoptimalkan pendapatan, kuncinya kolaborasi. Saya yakin kalau kolaborasi terbentuk, pertumbuhan ekonominya pun akan mengikuti,” tegasnya.

Peresmian Dimeriahkan Kesenian Tradisional

Peresmian Pancuran Tuk Bulus turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional dari kelompok kesenian setempat. Rangkaian acara menampilkan Jatilan Turonggo Mudho Baruno, Karawitan Geger Budaya, tarian dari Sanggar Tari Rahino Budoyo, serta Gejug Lesung Jati Rasa Manunggal.

Sebagai bagian dari rangkaian peresmian, Bupati Sleman juga melakukan penanaman pohon beringin putih di sejumlah lokasi kawasan pemandian.

Melalui pengembangan fasilitas wisata, pelestarian budaya, serta dukungan berbagai pihak, Pancuran Tuk Bulus diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan Bimomartani. Keberadaannya juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Dusun Tegal Balong dan sekitarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top