FAKTANASIONAL.COM, Yogyakarta — Kekayaan laut Indonesia, semangat perempuan, hingga batik khas Nias dan tradisi batik Jawa tampil dalam beragam koleksi di panggung Jogja Fashion Week 2026. Para desainer tidak hanya menawarkan busana dengan sentuhan modern, tetapi juga menjadikan wastra Nusantara sebagai identitas yang terus dikembangkan agar relevan dengan tren fashion global.
Jogja Fashion Week 2026 berlangsung pada 13-16 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Ajang ini menjadi ruang bagi para desainer untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan pasar masa kini.
Salah satunya ditampilkan desainer Maharani Setyawan melalui koleksi bertema Under the Sea. Koleksi tersebut terinspirasi dari kekayaan laut Indonesia, mulai dari terumbu karang, ikan, hingga ubur-ubur.
“Temanya Under the Sea. Temanya tentang Indonesia yang kaya akan kekayaan laut, mulai dari terumbu karang, ikan, ubur-ubur, sampai motif lurik ikat yang saya buat. Motif yang saya tampilkan kali ini adalah motif ubur-ubur,” ujar Maharani.
Koleksi tersebut sekaligus memperkuat identitas Maharani sebagai pengrajin lurik yang telah menjalankan tradisi selama tiga generasi sejak 1950. Lurik kemudian dipadukan dengan teknik rajut, jumputan, dan patchwork untuk menghasilkan tampilan yang lebih modern.
Menurut Maharani, teknik patchwork juga memiliki peluang pasar yang menjanjikan, terutama di luar negeri. Koleksi yang ditampilkan dibanderol mulai Rp750 ribu hingga Rp2,5 juta.
“Yang terpenting bukan seberapa hebat kita berkarya, tetapi seberapa kuat kita mampu bertahan,” pungkasnya.(*)













