FAKTANASIONAL.COM, Tanggerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi menggelar Pembukaan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (MABIDAMA) bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, Rabu (19/8/2026), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta sivitas akademika PEPI.
Sebanyak 133 mahasiswa baru yang dinyatakan lolos seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 126 mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP) sebanyak 42 mahasiswa, Teknologi Hasil Pertanian (THP) sebanyak 42 mahasiswa, dan Tata Air Pertanian (TAP) sebanyak 42 mahasiswa, serta 7 mahasiswa internasional asal Timor-Leste.
Pelaksanaan MABIDAMA menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, memahami kehidupan pendidikan vokasi, sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, kreativitas, inovasi, dan integritas sebagai bekal menjadi sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan pertanian nasional yang terus didorong Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, khususnya dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan memperkuat hilirisasi pertanian. Pengembangan teknologi, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertanian yang produktif, modern, mandiri, dan berdaya saing.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, dalam arahannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian nasional. Generasi muda pertanian diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berkarakter, dan memiliki integritas sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian Indonesia.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, berpesan kepada seluruh mahasiswa baru agar mengikuti setiap rangkaian MABIDAMA dengan penuh semangat dan menjadikannya sebagai proses awal untuk membangun karakter serta mempersiapkan diri menghadapi dunia pendidikan dan dunia profesional.
“Ikuti seluruh rangkaian MABIDAMA dengan penuh semangat. Jadikan setiap proses sebagai momentum untuk membangun karakter, kedisiplinan, kreativitas, inovasi, dan integritas, karena pertanian Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” pesan Mohammad Amin.
Baca Juga: Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI, Cetak SDM Unggul Pertanian
Menurutnya, tantangan pembangunan pertanian ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menciptakan perubahan. Kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan solusi nyata bagi petani dan pembangunan pertanian.
Direktur PEPI, Harmanto, dalam arahannya menyampaikan pentingnya mahasiswa memahami perkembangan Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai bagian dari transformasi pertanian Indonesia.
Harmanto mendorong mahasiswa baru PEPI untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, mengembangkan, dan menerapkan teknologi pertanian modern. Perkembangan mekanisasi, otomasi, digitalisasi, Internet of Things (IoT), smart farming, dan teknologi berbasis data menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertanian masa depan.
Ia juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan di PEPI untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan berinovasi sehingga nantinya mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di sektor pertanian.
“Kalian harus mempersiapkan diri menghadapi pertanian masa depan. Kuasai teknologi, terus berinovasi, dan jadilah generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian Indonesia melalui Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS),” ujar Harmanto.
Ia menekankan bahwa mahasiswa PEPI memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam transformasi pertanian karena pendidikan yang ditempuh memiliki keterkaitan erat dengan enjiniring dan teknologi pertanian.
“Pertanian menunggu kalian. Jadilah generasi yang mampu menciptakan inovasi, mengembangkan teknologi pertanian, dan memiliki integritas untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia,” tambah Harmanto.(*)













