FAKTANASIONAL.COM, Tangerang – Sebanyak 126 mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi menyelesaikan tahapan akhir pendidikan vokasi dan dinyatakan lulus dalam Yudisium Penetapan Kelulusan Mahasiswa Program Diploma III Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar, Selasa (4/8/2026) di Auditorium PEPI.

Momentum yudisium menjadi tonggak penting bagi para mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan bekal kompetensi teknis, penguasaan teknologi, serta pengalaman praktik selama menempuh pendidikan, para lulusan PEPI diproyeksikan menjadi generasi muda yang mampu menjawab tantangan pertanian Indonesia yang semakin modern dan berbasis teknologi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menghadirkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Pertanian saat ini membutuhkan SDM yang unggul, berkarakter, menguasai teknologi, dan mampu menciptakan inovasi. Generasi muda harus menjadi pelaku utama dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern,” tegas Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya mencetak generasi muda pertanian yang adaptif dan profesional.

“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujar Idha.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Pertanian memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus menguasai kompetensi teknis, memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan, serta mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.

Sebanyak 126 mahasiswa mengikuti yudisium yang terdiri atas 41 mahasiswa Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), 43 mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), dan 42 mahasiswa Program Studi Tata Air Pertanian (TAP).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur PEPI, Harmanto, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Ketua Senat, serta para Ketua Program Studi di lingkungan PEPI.

Baca Juga: Didukung 26 Organisasi Kepemudaan, Mentan Amran Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Mafia Beras Fortifikasi

Yudisium menjadi tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, mulai dari perkuliahan, praktikum, praktik lapangan, penyusunan tugas akhir, seminar hasil, sidang akhir, hingga pemenuhan seluruh persyaratan akademik.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya masa studi, melainkan menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki bagi masyarakat dan pembangunan pertanian Indonesia.

“Jadilah lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, etika profesi, dan semangat untuk terus belajar serta berinovasi. Terapkan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan solusi bagi kemajuan pertanian Indonesia dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Harmanto.

Ia menambahkan, seluruh tahapan pendidikan yang telah dilalui mahasiswa dirancang untuk membentuk lulusan yang memiliki kesiapan menghadapi tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.

“Seluruh tahapan tersebut dirancang untuk membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan sektor pertanian yang terus berkembang,” tambah Harmanto.

Suasana haru dan bahagia turut mewarnai pelaksanaan yudisium. Perwakilan mahasiswa, Aljan Tegar Hambali, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih setelah melewati perjalanan panjang selama menempuh pendidikan di PEPI.

“Alhamdulillah hari ini kami telah melaksanakan yudisium. Setelah melalui proses yang panjang, mulai dari seminar hasil hingga sidang komprehensif, akhirnya kami sampai pada tahap ini,” ujarnya.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut berkontribusi terhadap kemajuan sektor pertanian.

“Harapan kami, ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian,” tuturnya.

Lulusnya 126 mahasiswa melalui yudisium ini menjadi bukti komitmen PEPI dalam mencetak generasi muda pertanian yang kompeten, profesional, inovatif, dan berdaya saing. Dengan bekal pendidikan vokasi berbasis teknologi dan praktik, para lulusan diharapkan mampu tampil sebagai tenaga profesional, inovator, sekaligus agen perubahan yang turut menggerakkan transformasi pertanian Indonesia menuju pertanian maju, modern, dan berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top