FAKTANASIONAL.COM, TANGERANG – Sebanyak 134 mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengikuti English Proficiency Test (EPT) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Bahasa LIA (LBPP LIA) di Auditorium PEPI, Senin (20/7/2026).

Tes ini menjadi langkah strategis PEPI untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sekaligus mempersiapkan lulusan menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan berorientasi global.

Kemampuan berbahasa Inggris dinilai menjadi salah satu kompetensi penting bagi lulusan pendidikan vokasi pertanian. Selain dituntut menguasai kompetensi teknis dan teknologi pertanian, lulusan juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, hingga membuka peluang kerja sama di tingkat internasional.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global. Perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki keterampilan pendukung yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Penguatan kompetensi SDM pertanian juga menjadi perhatian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, peningkatan kapasitas, penguasaan teknologi, dan kemampuan komunikasi global merupakan bagian penting dalam membentuk SDM pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan vokasi pertanian yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali keahlian teknis, tetapi juga perlu memiliki kompetensi pendukung, seperti kemampuan bahasa Inggris, literasi digital, komunikasi, dan kolaborasi.

Direktur PEPI, Harmanto, turut menegaskan pentingnya penguatan kompetensi akademik dan keterampilan pendukung bagi mahasiswa. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting bagi lulusan untuk menghadapi persaingan kerja, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperluas kesempatan berkarier dan berkolaborasi di tingkat internasional.

Baca Juga: Teknologi Pertanian Dukung PM-AAS, Kementan Perkuat SDM Pertanian Menuju Swasembada

Ketua Penyelenggara dari LBPP LIA, Vera Dwi Asuti, menjelaskan bahwa sebanyak 136 peserta sebelumnya terdaftar untuk mengikuti tes. Namun, dua mahasiswa asal Timor Leste berhalangan hadir sehingga jumlah peserta yang mengikuti ujian secara langsung sebanyak 134 orang.

Pelaksanaan tes yang semula dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB mengalami penyesuaian waktu menjadi sekitar pukul 10.00 WIB akibat kendala fasilitas. Panitia melakukan penataan ulang ruangan dan memindahkan meja serta kursi dari ruangan lain untuk memastikan peserta dapat mengerjakan ujian dengan nyaman, khususnya saat mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK).

Meski mengalami penyesuaian teknis, pelaksanaan EPT secara keseluruhan berlangsung kondusif. Panitia menerapkan prosedur ketat dengan mengharuskan seluruh peserta memulai dan menyelesaikan ujian secara bersamaan. Mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban serta menjamin kerahasiaan dokumen ujian, termasuk booklet soal dan LJK.

Mayoritas peserta juga dinilai kooperatif dalam mengikuti seluruh prosedur dan instruksi yang disampaikan panitia sejak sesi briefing hingga pelaksanaan ujian selesai.

Pelaksanaan EPT ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai tingkat kemampuan bahasa Inggris mahasiswa PEPI. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi institusi dalam menyusun strategi peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya untuk mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja.

Dengan kemampuan bahasa Inggris yang lebih baik, lulusan PEPI diharapkan memiliki peluang lebih luas untuk berkarier, baik di instansi pemerintah maupun sektor korporasi, termasuk pada bidang yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan korespondensi internasional.

Sebagai tindak lanjut, LBPP LIA menyatakan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kapasitas bahasa Inggris di lingkungan PEPI. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya lulusan pendidikan vokasi pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja global.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top