FAKTANASIONAL.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul melalui pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi bagi mahasiswa Program Diploma III tingkat akhir. Mengusung tema “Mewujudkan SDM Pertanian yang Kompeten, Adaptif, dan Berdaya Saing Global”, kegiatan ini berlangsung pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 dan diikuti oleh 104 mahasiswa.
Sebanyak 75 mahasiswa mengikuti skema Teknisi Perawatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Prapanen dan Pascapanen, sementara 29 mahasiswa mengikuti skema Pembudidayaan Tanaman Hidroponik. Sertifikasi dilaksanakan dalam dua gelombang sebagai bagian dari upaya memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi pertanian modern membutuhkan SDM yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur, tersertifikasi, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi bekal penting bagi generasi muda pertanian agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun global sekaligus mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis dalam menghasilkan lulusan vokasi pertanian yang siap kerja, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan industri.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin Awaludin, menegaskan pentingnya penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian.
Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian integral dari pendidikan vokasi yang menekankan pembuktian kemampuan mahasiswa melalui proses asesmen yang objektif dan terstandar.
“Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa memperoleh pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki sehingga memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha di sektor pertanian,” ujarnya.
Pelaksanaan sertifikasi menghadirkan asesor kompetensi berpengalaman yang didampingi personel dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Pada gelombang pertama, asesmen dilakukan oleh F.X. Lilik Tri Mulyantara, Dedy Wahyudi, Iskandar Zulkarnain, dan Sumidi dengan pendampingan Sheila Fanie Putri. Sementara pada gelombang kedua, asesor yang bertugas yakni Sigit Tri Wahyudi, Dedy Wahyudi, Iskandar Zulkarnain dan Teddy Rachmat Muliady.
Berdasarkan hasil asesmen, seluruh peserta dinyatakan kompeten sesuai dengan skema yang diikuti. Sebanyak 75 mahasiswa dinyatakan kompeten pada skema Teknisi Perawatan Alsintan Prapanen dan Pascapanen, sedangkan 29 mahasiswa kompeten pada skema Pembudidayaan Tanaman Hidroponik.
Selama proses sertifikasi, peserta menjalani berbagai tahapan asesmen, mulai dari verifikasi portofolio, observasi praktik, wawancara, hingga uji kompetensi yang dilaksanakan secara objektif, transparan, dan profesional sesuai standar nasional.
Keberhasilan seluruh peserta meraih predikat kompeten menjadi bukti kesiapan mahasiswa PEPI dalam menguasai keterampilan teknis yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi lulusan PEPI sebagai tenaga profesional yang siap mendukung transformasi pertanian Indonesia.
Melalui sertifikasi kompetensi ini, PEPI memastikan lulusannya tidak hanya dibekali ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bukti kemampuan profesional. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan, baik untuk memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun berkontribusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berdaya saing global.
Pelaksanaan sertifikasi ini menjadi wujud nyata komitmen Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia dalam menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, berintegritas, inovatif, dan siap menjadi penggerak pembangunan pertanian masa depan.(*)













