FAKTANASIONAL.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 secara virtual pada Kamis (26/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menarik minat anak petani serta siswa berprestasi agar dapat melanjutkan studi di bidang pertanian.
Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan informasi lengkap mengenai program studi yang ditawarkan, tata cara pendaftaran, serta peluang dan manfaat menempuh pendidikan di PEPI. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat memahami berbagai keuntungan yang diperoleh dari pendidikan pertanian yang berkualitas.
Menteri Pertanian,Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan untuk menjadikan sekolah pertanian bertaraf internasional, dengan harapan pertanian Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga bahkan di tingkat global. Menurutnya, penguatan kelembagaan pendidikan vokasi pertanian menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa modernisasi pertanian tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung ke lapangan.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petani dan penyuluh harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
Baca Juga: Alumni Politeknik Enjiniring Kementan Lulus Bakomsus Pertanian dan Aktif Kembangkan Pertanian Modern
Investasi di bidang pendidikan pertanian bukan hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.Ujar Arsanti
Untuk memperluas jangkauan informasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota serta para guru sekolah dari berbagai daerah. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan tenaga pendidik tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi kepada lebih banyak calon mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga petani dan penyuluh pertanian. Melalui peran aktif guru sekolah, informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan di bidang pertanian dapat disampaikan secara langsung kepada siswa, terutama yang memiliki latar belakang keluarga petani.
Harmanto, Direktur PEPI menyatakan bahwa tahun ini lebih banyak kuota mahasiswa berasal dari anak petani/penyuluh dan jalur prestasi. Sehingga dibutuhkan sosialisasi kepada semua Dinas Pertanian kabuapaten/kota agar ikut berpartisipasi dalam merekomendasikan anak petani dan penyuluh yang berada di wilayahnya untuk melanjutkan studi di PEPI
melalui sosialisasi ini, PEPI berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional. Diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia.(*)













