FAKTANASIONAL.COM, Tangerang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). Sidik, salah satu lulusan PEPI, berhasil lulus seleksi Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bidang pertanian, yaitu jalur rekrutmen yang menitikberatkan pada kompetensi profesional dan keahlian teknis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki kapasitas, daya saing, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Ilmu terapan, keterampilan teknis, dan pengalaman praktik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEPI menjadi bekal kuat dalam menghadapi seleksi yang kompetitif.
Saat ini, Sidik bertugas di satuan kerja Binmas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Batu Kuning. Dalam perannya tersebut, ia melaksanakan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan problem solving yang humanis.
Tidak hanya menjalankan tugas pembinaan keamanan, Sidik juga aktif mengimplementasikan ilmu pertanian yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di kampus. Di wilayah Kelurahan Batu Kuning, ia turut memberikan penyuluhan pertanian serta membina para petani untuk mendorong penerapan pertanian modern berbasis teknologi dan efisiensi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menekankan pada peningkatan kesadaran petani terhadap pentingnya transformasi menuju sistem pertanian yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sumber daya manusia pertanian. Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa generasi muda pertanian dan lulusan pendidikan vokasi harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian nasional guna mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.
Baca Juga: Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan
Sejalan dengan hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di bawah kepemimpinan Idha Widi Arsanti terus mendorong penguatan kompetensi penyuluh dan praktisi pertanian agar mampu mengawal penerapan inovasi di tingkat lapangan. Peran alumni seperti Sidik dinilai strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan implementasi nyata di masyarakat.
Sebagai alumni PEPI, Sidik membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti pada tataran teori, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata melalui pendampingan masyarakat binaan. Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian modern sebagai bagian dari upaya bersama membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Direktur PEPI, Harmanto, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
“Lulusan PEPI harus menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Kami mendorong seluruh alumni untuk terus mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di kampus dalam bentuk aksi nyata di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan alumni yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk melalui jalur Bakomsus, menjadi motivasi bagi civitas akademika PEPI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, serta mendukung percepatan transformasi pertanian menuju sistem yang modern, mandiri, dan berdaya saing.(*)













