Oct 23, 2017 Last Updated 12:00 AM, May 4, 2017

Waspadai Perpecahan, Lintas Agama dan Etnis Harus Bersatu

Mantan Seskab dan Pengamat Pertahanan Andi Widjajanto (batik biru) bersama pemuda dan tokoh lintas agama dalam diskusi "Merawat Persaudaraan Anak Bangsa" di Gereja GPIB Maranatha, Surabaya, Sabtu 17 Desember 2016 Mantan Seskab dan Pengamat Pertahanan Andi Widjajanto (batik biru) bersama pemuda dan tokoh lintas agama dalam diskusi "Merawat Persaudaraan Anak Bangsa" di Gereja GPIB Maranatha, Surabaya, Sabtu 17 Desember 2016 (Foto:VOA/Petrus Riski).
Diterbitkan di Nasional
Baca 321 kali
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Ditagarkan dibawah

SURABAYA, JAWA TIMUR — Ancaman runtuhnya persatuan dan kesatuan bangsa harus segera disikapi dengan merajut kembali semangat kebangsaan, yang menghargai perbedaan dan keberagaman.

Pengamat Pertahanan, Andi Widjajanto mengatakan, kesatuan dan persatuan bangsa saat ini sedang menghadapi ujian, terutama dari pihak-pihak yang mengendaki perubahan ideologi dan penggantian pemerintahan di tengah jalan, memanfaatkan isu yang sedang marak akhir-akhir ini.

Gerakan yang mencoba memanfaatkan situasi yang dipicu kasus dugaan penodaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, memunculkan pula sentimen kepada pemerintah yang dianggap berseberangan dengan Islam, pro China, hingga munculnya isu anti etnis China, isu Komunisme, dan pemerintah yang pro Syiah. Semua sentimen ini dimunculkan melalui media sosial untuk pemecah belah bangsa, sehingga perlu disikapi secara bijak dan cermat oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Munculnya isu-isu terutama kalau sekarang dengan tren media sosial yang memang dirancang untuk memancing emosi dan memecah massa, untuk itu memang harus ada kehati-hatian untuk setiap orang yang menggunakan ruang media sosial supaya tidak tertimpa isu-isu yang selama ini dimunculkan terutama yang terkait dengan lima sentimen itu,” kata Andi Widjajanto, Pengamat Pertahanan.

Andi Widjajanto menilai, kerentanan ideologi ini dipicu gerakan masyarakat yang pro dan kontra atas kasus Ahok, yang kemudian dimanfaatkan kelompok yang berbeda ideologi dengan Pancasila. Penguatan dan revitalisasi ideologi Pancasila harus segera dilakukan, untuk menghindari ancaman perpecahan bangsa dan negara Indonesia.

“Nyata ini tantangan ke pilar utama dari bangsa, ideologi. Penelitian Lemhanas kemarin menunjukkan kerentanan ideologi kita masih ada, sehingga upaya untuk kembali ke cita-cita bersama membentuk satu semangat berdasarkan Pancasila, UUD 1945 harus segera mendapat penguatan, revitalisasi itu harus dilakukan tanpa kemudian terjebak kepada cara-cara doktrinal dogmatis di masa Orde Baru,” lanjutnya.

Ketua Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur, Fahrurrozi menegaskan, upaya mempertahankan empat pilar utama bangsa Indonesia harus dilakukan dengan melepas ego yang melihat perbedaan sebagai suatu ancaman.

“Harusnya kita itu menaruh ego kita masing-masing demi NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945, agama milik individu masing-masing. Dengan situasi seperti ini kita sebagai anak bangsa atau pun berbagai suku dan etnis mana pun, kita tetap satu,” kata Fahrurrozi.

Sementara itu, Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jawa Timur, Rafael Obeng menambahkan, benturan antar anak bangsa karena adanya perbedaan, hendaknya tidak sampai melemahkan persatuan bangsa, justru harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa.

“Bahwa ada benturan-benturan antar anak bangsa, saya kira itu tidak luput kita manusia yang berbeda di negeri ini. Tapi jangan sampai perbedaan itu justru melemahkan atau menurunkan derajad kebersamaan kita dari yang mula-mula. Kita bukannya naik, tapi kita mundur, kita berbeda tapi karena perbedaan itu lah maka kita ingin membangun sebuah kebersamaan,” kata Rafael Obeng. [VOA Indonesia untuk Faktanasional.com]

Terakhir diubah pada Sabtu, 17 Desember 2016 20:46
Redaksi

Media FaktaNasional.com adalah media Online yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan berita masyarakat dengan menyajikan berita secara fakta berkualitas pemberitaan Nasional. Kami memberikan apresiasi kepada pembaca dengan membagikan berita ini disosial media anda, jika kegiatan anda atau anda memiliki informasi untuk diliput wartawan kami, hubungi Call Centre 081364911102

Situs Web: faktanasional.com

34 komentar

  • Tautan Komentar yeezy boost yeezy boost Minggu, 30 Juli 2017 18:20

    Spot on with this write-up, I truly think this website wants far more consideration. I抣l probably be again to read far more, thanks for that info.

  • Tautan Komentar reebok shoes reebok shoes Jumat, 28 Juli 2017 20:38

    I intended to send you that very little remark just to thank you very much yet again for these stunning tactics you have contributed on this website. It's certainly strangely generous with you to deliver openly what exactly a lot of people could possibly have distributed for an ebook in order to make some bucks on their own, specifically considering that you could possibly have done it in case you wanted. Those ideas also acted to be the great way to understand that other people online have a similar interest like my own to grasp significantly more in regard to this issue. Certainly there are a lot more pleasant instances in the future for many who view your website.

  • Tautan Komentar yeezy boost 350 v2 yeezy boost 350 v2 Rabu, 26 Juli 2017 14:43

    Would you be fascinated by exchanging hyperlinks?

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.

Temukan kami di Facebook