Aug 18, 2017 Last Updated 12:00 AM, May 4, 2017

Karimun, FaktaNasional.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri menegah speed boat tanpa nama yang mengangkut ratusan ribu batang rokok kawasan bebas (FTZ) di sekitar pulau Petong asal tujuan jembatan 1 Batam menuju Tembilahan.

Kepala Bidang Penindakan Sarana Operasi (PSO), R Evi Suhartantiyo mengatakan speed boat tanpa nama tersebut ditegah Sabtu, (21/1/2017) sekira pukul 00.30 WIB di sekitar Pulau Petong dengan koordinat 00º39’850″.U/104º01’100″.

"Sabtu (21/1/2017) kurang lebih pukul 00.30 WIB satgas patroli laut kita dengan nomor lambung BC 119 melakukan penegahan terhadap satu kapal speed boat tanpa nama dengan dua mesin tempet Yamaha masing-masing 200 PK. Penegahan ini hasil dari pengembangan informasi dan kemudian dilakukan pengejaran," kata R Evi saat ditemui di Posko Ketapang, Rabu (25/1/2017).

R Evi menjelaskan, saat dilakukan penghitungan rokok yang tertinggal diatas kapal hanyak tersisa 60 kotak setara dengan 414 ratus ribu batang rokok dengan empat jenis yakni, merk Sun sebanyak 172 ribu barang rokok, merk H Mild sebanyak 130 ribu batang, Harmony sebanyak 61 ribu batang, Luffman sebanyak 50 ribu batang rokok.

"Saat dihitungan diatas kapal hanya tersisa 60 kotak saja. Sedangkan jenis rokok yang diamankan ada empat dengan berbagai merk yaitu, merk Sun, Merk H Mild, Merk Harmony dan Merk Luffman dengan total kurang lebih 414 ratus ribu batang," jelas R Evi.

Ia menambahkan untuk nilai barang diperkirakan Rp 130 Juta, sedangkan untuk perkiraan nilai kerugian negara Rp 230 Juta. (Nadeak)

Karimun, FaktaNasional.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri melakukan penegahan terhadap upaya penyeludupan ribuan unit Handphone. Penangkapan terhadap kapal speed boat bernama Azimut itu dilakukan di Pulau Jerih, Senin (2/1/2017).

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evi S, mengatakan sebelum kapal yang membawa 2800 pisc Handphone merek Xiaomi ditegah dilaut, kapal tersebut sempat berusaha kabur.

"Saat akan ditegah, kapal tersebut sempat kabur dan kejar-kejaran pun terjadi dengan petugas kita," kata Evi.

Evi menjelaskan, penegahan dilakukan diperairan Pulau Kepala Jerih (Batam), Senin (02/01/2016) sekira pukul 14.00 WIB. Rencananya HP tersebut akan diseludupkan dari Singapore ke Tembilahan, Provinsi Riau dengan speed boat bernama Azimut.

"Namun saat berada di sekitar perairan Kepala Jerih (Batam) kapal patroli BC-1305 memergoki kapal tersebut," jelas Evi.

Nahkoda yang tak ingin tertangkap kemudian mengandaskan kapalnya di pantai Pulau Kepala Jerih. Saat melakukan pengejaran petugas Kanwil DJBC sempat melepaskan dua tembakan peringatan ke udara.

"Empat ABK speed boat yang ketakutan karena tembakan peringatan menyerah. Sedangkan nahkodanya berhasil melarikan diri," ucap Evi.

Saat ini keempat ABK beserta barang bukti berupa satu speed boat dan ribuan unit handphone telah diamankan di Kanwil DJBC Khusus Kepri di Kabupaten Karimun. Sedangkan untuk barang bukti Evi mengatakan akan dimusnahkan. (Nadeak)

Temukan kami di Facebook