Oct 20, 2017 Last Updated 12:00 AM, May 4, 2017

Karimun, FaktaNasional.com - Kapolres Karimun, AKBP Armaini memberhentikan secara tidak hormat empat anggotanya akibat pelanggaran kode etik. Pemecatan tersebut dilakukan di depan Mapolres Karimun, Senin (13/2/2017).

Keempat personil polisi yang dipecat tersebut yakni, Brigadir IB, Briptu N, Brigadir HP dan Brigadir DF M.

Kapolres Karimun, AKBP Armaini mengatakan keempat personil tersebut dipecat secara tidak hormat karena melakukan pelanggaran kode etik diantaranya kasus narkoba, pencurian dan pelanggaran lainnya.

"Mereka kita berhentikan secara tidak hormat karena telah melanggar kode etik profesi sebagai anggota Polri, ada yang kasus narkoba dan beberapa kasus lainnya," kata Kapolres Karimun, AKBP Armaini kepada wartawan usai upacara pemberhentian keempat polisi di halaman Mapolres Karimun.

Armaini menjelaskan, pemberhentian keempat polisi ini adalah kasus pelanggaran kode etik yang terjadi di 2016 lalu.

"Prosesnya kan butuh waktu lama karena harus melalui beberapa tahapan dan baru hari ini bisa kita lakukan pemberhentiannya," jelas Armaini. (Nadeak)

Karimun, FaktaNasional.com - Maraknya aksi teror menjelang Natal 2016 dan menyambut Tahun Baru 2017, seperti yang terjadi di Tangerang, Bekasi dan yang baru-baru ini aksi teror sudah ada jaringan teroris ditangkap di Batam.

Menyikapi hal tersebut, Kapolres Karimun AKBP Armaini mengatakan, untuk masalah terorisme pihaknya selalu berkoordinasi bersama Densus, karena masalah jaringan terorisme Densus pihak yang paling paham.

"Kita tetap waspadai juga terhadap pelaku teror yang bergerak sendiri dan pelaku teror iseng. Selain itu koordinasi dengan Densus juga terus kita lakukan" kata Armaini.

Sementara itu, Aunur Rafiq meminta pihak terkait untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teror. Hal ini disampaikannya saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seligi 2016 di Coastal Area, Kamis (22/12/2016).

"Saya minta kepada instansi terkait dalam gelar pasukan ini dapat melakukan antisipasi dini terhadap aksi teroris, serta pergerakan-pergerakan yang dianggap menganggu instabilitas daerah," kata Rafiq.

Rafiq berharap Forum Koordinasi Intelijen daerah dapat berperan dengan baik, sehingga ancaman-ancaman bisa dideteksi lebih dini. Ia juga meminta peran kepada Media, LSM, Organisasi Kemasyarakatan dan sosial untuk bersama- sama bergandeng tangan mengantisipasi agar aksi teror khususnya saat Natal dan Tahun Baru 2017 tidak terjadi.

"Kita berikan kenyamanan kepada saudara-saudara Kristiani dan Nasrani untuk beribadah saat Natal dan Tahun Baru," katanya. (Nadeak)

Temukan kami di Facebook