Oct 23, 2017 Last Updated 12:00 AM, May 4, 2017

Miris! Siswa SD 006 Tambelan Belajar di Lantai

Siswa SD 006 Tambelan Belajar di Lantai Siswa SD 006 Tambelan Belajar di Lantai F: Antara
Diterbitkan di Bintan
Baca 5903 kali
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Ditagarkan dibawah

Bintan - Puluhan siswa SD 006 Pejantan di Kecamatan Tambelan belajar di lantai karena sekolah tersebut tidak memiliki meja dan kursi. Para siswa terpaksa membungkuk ketika hendak menulis pelajaran yang diberikan guru.

Selain tidak memiliki meja dan kursi, kondisi sekolah tersebut juga memprihatinkan.
Bangunan sekolah itu hanya memiliki luas 5x4 meter. Berbentuk rumah panggung dengan tiang batang kelapa dan dindingnya terbuat dari papan. Lokasi sekolah ini sangat jauh pusat pemerintahan.

Kondisi bangunan sekolah yang sangat tidak layak itu sudah sering dimuat fotonya di halaman facebook oleh warga Bintan. Namun tak ada satu pun pejabat atau masyarakat yang tergugah hatinya untuk membantu.

Meski kondisinya memprihatinkan, tak menyurutkan semangat siswa untuk menimba ilmu di sekolah itu.  Mereka berharap, prestasi yang mereka dapatkan bisa mengantarkan mereka ke jenjang kesuksesan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bintan Makhfur Zurachman menjelaskan, selama ini bantuan untuk merehab sekolah tersebut sudah ada sejak tahun 2015 melalui beberapa program di Kementerian Pendidikan.

Namun tak ada pihak yang menyatakan kesanggupannya untuk membangun sekolah tersebut menjadi lebih layak. Berkali-kali ditawarkan, tidak ada pihak ketiga yang bersedia membangun lantaran biaya yang dikucurkan pemerintah tak sesuai dengan perhitungan bisnis mereka.

Sehingga, dua tahun program untuk membangun sekolah di daerah terpencil dan terluar pun gagal dilakukan. Baru tahun 2017 mendatang, bangunan sekolah itu direhab secara keseluruhan oleh Pemerintan Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bintan.

Namun kegagalan melaksanakan program yang sudah ada dari pemerintah pusat itu, tak lantas membuat pemerintah di daerah tinggal diam. Pemkab Bintan kata Makhfur berinisiatif mengambil alih untuk mengalokasikan dana guna membangun SDN 006 Pejantan di desa Tambelan tersebut.

"Untuk tahun 2017 diambil alih Pemerintah Kabupaten Bintan dengan program yang ada di dinas PU yaitu program revitalisasi dan sudah ada pihak yang bersedia membangun. Insya Allah tahun 2017 akan dibangun," ungkap Makhfur yang ditemui di Toapaya, Jumat (16/12).

Menurut Makhfur ada empat ruang kelas belajar yang akan dibangun di SDN 006 Pejantan. Rencana tersebut disesuaikan mengingat jumlah murid yang sedikit. "Memang ada empat ruang belajar yang akan dibangun. Karena muridnya sikit, tahun kemarin saja murid kelas enamnya hanya dua orang, jadi sewaktu UN terpaksa dikirim ke Tambelan," tuturnya lagi.

Sementara itu dari Batam dilaporkan, GE Volunteers memperbaiki sanitasi SDN 002 Batu Ampar agar siswa sekolah dasar itu bisa menikmati hidup dengan fasilitas kesehatan yang baik.

GE Volunteer Counsel Leader di Batam Pupung Purnaman dalam siaran pers, Kamis, mengatakan, pihaknya membangun tangga yang mengarah ke area sanitasi, memperkuatnya dengan semen, membangun pagar, dan memberikan sanitasi ekstra serta memberikan pelatihan kesehatan bagi para guru dan siswa.

"Hari ini, terdapat 20 orang sukarelawan dari GE Volunteers di Batam bahu-membahu memperbaiki fasilitas kesehatan sekolah. Kami sangat senang dapat membantu sekolah ini dengan meningkatkan fasilitas unit kesehatannya, terutama SDN 002 Batu Ampar yang sangat dekat dengan pusat operasi kami di Batam," kata Pupung.

GE Volunteers menilai, sekolah tersebut membutuhkan bantuan dalam menangani masalah sanitasinya, karena terdapat genangan air dan bau akibatk sistem sanitasi yang buruk, dan dikhawatirnya mengganggu proses belajar para siswa.

GE Volunteers memfokuskan dukungannya terhadap sekolah tersebut dengan meningkatkan fasilitas kesehatan dan sanitasi, juga melakukan beberapa pelatihan bagi guru dan siswa tentang cara mengoptimalkan fungsi unit kesehatan.

President Director GE Oil and Gas Indonesia Iwan Chandra, berharap karyawan perusahaan itu bisa berkontribusi bagi masyarakat sekitar perusahaan. "Kami berharap bahwa setiap karyawan di GE dapat menyadari masalah-masalah sosial yang terjadi di sekitar mereka, dan dapat berkontribusi secara pribadi atau bersama perusahaan untuk membantu masyarakat sekitarnya," kata dia.

SDN 02 Batu Ampar terletak di kota Batam dan telah memiliki akreditasi tingkat A. Sekolah itu memiliki lebih dari 1.000 orang siswa yang bersekolah dalam dua waktu, yaitu pagi hari hingga pukul 12.00 WIB, dan siang mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB.(ant)

Redaksi

Media FaktaNasional.com adalah media Online yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan berita masyarakat dengan menyajikan berita secara fakta berkualitas pemberitaan Nasional. Kami memberikan apresiasi kepada pembaca dengan membagikan berita ini disosial media anda, jika kegiatan anda atau anda memiliki informasi untuk diliput wartawan kami, hubungi Call Centre 081364911102

Situs Web: faktanasional.com

Temukan kami di Facebook