Aug 18, 2017 Last Updated 12:00 AM, May 4, 2017

Redaksi

Media FaktaNasional.com adalah media Online yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan berita masyarakat dengan menyajikan berita secara fakta berkualitas pemberitaan Nasional. Kami memberikan apresiasi kepada pembaca dengan membagikan berita ini disosial media anda, jika kegiatan anda atau anda memiliki informasi untuk diliput wartawan kami, hubungi Call Centre 081364911102

FaktaNasional.com – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan luasnya laut di Kepri memiliki potensi yang cukup besar apabila dikelola dengan baik. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan di Kepri dapat meningkat.

"Sayang laut begini luas, namun penduduk pesisir kurang menikmati kesejahteraan," kata Nurdin Basirun pekan lalu, saat bertemu dengan sejumlah nelayan di Batam.

Menurut Nurdin, bantuan-bantuan pemerintah, baik pusat maupun provinsi dan kabupaten kota selalu ada. Misalnya, ada bantuan keramba, bagaimana pengelolaan dan hasilnya bisa maksimal. Untuk itu Ia berpesan kepada nelayan agar bantuan yang diberikan pemerintah dapat digunakan sebaik mungkin.

"Bantuan untuk nelayan baik dari pusat maupun provinsi dan Kabupaten kota selalu ada, makanya saya minta para nelayan dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik," ucap Nurdin Basirun.

Nurdin menuturkan bahwa, terkadang toke pembeli ikan, memiliki banyak cara agar saat nelayan panen harganya murah. Para toke, misalnya ikan yang sama dipanen nelayan sedang melimpah. Sehingga harga harus jatuh. Demikian juga setelah panen, pesan Nurdin jangan sampai tak berproduksi lagi.

"Untuk itu nelayan harus dapat lebih bijak lagi dalam melakukan manajemen pengelolaannya," ujarnya.

Sebagai orang yang pernah juga hidup dengan menjual beli ikan, Nurdin menyampaikan pentingnya pengelolaan yang baik. Ia juga berpesan bantuan-bantuan pemerintah jangan sampai tidak dimanfaatkan dengan baik

Kadang toke pembeli ikan, punya banyak cara agar saat nelayan panen harganya ditekan murah. Para toke, misalnya ikan yang sama dipanen nelayan sedang melimpah. Sehingga harga harus jatuh. Demikian juga setelah panen, pesan Nurdin jangan sampai tak berproduksi lagi. (Ptrs –Hms)

Karimun, FaktaNasional.com - Dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah ke-XXI, seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun melaksanakan upacara bendera di halaman kantor Bupati Karimun, Selasa (25/4/2017).



Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah, dalam amanatnya, Sekda Karimun membacakan amanah dari Menteri Dalam Negeri RI tentang peningkatan kinerja pelayanan publik melalui e-government.



Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memerintahkan seluruh kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota menggelar upacara peringatan HUT Otonomi Daerah ke XXI tahun 2017 di daerah masing-masing. Perintah Mendagri itu tertuang dalam surat kawat Nomor 019.1/1905/SJ yang ditandatangani pada 20 April 2017.



Mendagri menghimbau, dengan semangat otonomi daerah perlu ditingkatan pelayanan publik berbasis e-goverment, agar masyarakat lebih mudah dan efisien utk mendapatkan pelayanan.



"Sesuai amanah Mendagri yang saya bacakan tadi, menuntut kita di daerah harus berubah lebih baik. Kita tidak bisa lagi bertahan dengan pola-pola yang tradisional. Dengan e-government saya yakin pelayanan untuk masyarakat akan lebih mudah tinggal kita persiapkan SDM-nya," kata Firmansyah kepada wartawan usai upacara pagi tadi, Selasa (25/4/2017).



Menurut Firmansyah, di Karimun sendiri penerapan e-goverment sudah dilaksanakan, salah satunya pelaksanaan lelang proyek secara online. (Nadeak)

Karimun, FaktaNasional.com - Kapolres Karimun, AKBP Armaini memberhentikan secara tidak hormat empat anggotanya akibat pelanggaran kode etik. Pemecatan tersebut dilakukan di depan Mapolres Karimun, Senin (13/2/2017).

Keempat personil polisi yang dipecat tersebut yakni, Brigadir IB, Briptu N, Brigadir HP dan Brigadir DF M.

Kapolres Karimun, AKBP Armaini mengatakan keempat personil tersebut dipecat secara tidak hormat karena melakukan pelanggaran kode etik diantaranya kasus narkoba, pencurian dan pelanggaran lainnya.

"Mereka kita berhentikan secara tidak hormat karena telah melanggar kode etik profesi sebagai anggota Polri, ada yang kasus narkoba dan beberapa kasus lainnya," kata Kapolres Karimun, AKBP Armaini kepada wartawan usai upacara pemberhentian keempat polisi di halaman Mapolres Karimun.

Armaini menjelaskan, pemberhentian keempat polisi ini adalah kasus pelanggaran kode etik yang terjadi di 2016 lalu.

"Prosesnya kan butuh waktu lama karena harus melalui beberapa tahapan dan baru hari ini bisa kita lakukan pemberhentiannya," jelas Armaini. (Nadeak)

Karimun, FaktaNasional.com - Wakil Bupati Kabupaten Karimun, Anwar Hasyim meninjau lokasi banjir di Jalan Awang Nur, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabuaten Karimun, Selasa (24/1/2017).

Pada kesempatan tersebut, Anwar Hasyim mengatakan tidak berfungsinya gorong-gorong dengan baik menjadi faktor terjadinya banjir. Untuk itu Ia mengatakan dalam waktu dekat ini Pekerjaan Umum (PU) akan mendesain untuk membangun dan memperbaiki gorong-gorong yang selama ini tidak berfungsi dengan baik.

"Kita melihat apa sebab terjadinya banjir ini, seperti gorong-gorong yang tidak berfungsi dengan baik. Jadi inilah yang membuat banjir dan perlu diperbaiki," kata Anwar Hasyim.

Wabup juga mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Baran Barat karena ada kaitannya dengan lokasi Bea Cukai karena terdapat gorong-gorong yang tersumbat sehingga aliran air tidak berjalan dengan baik.

"Kita melihat titik-titik sumbatnya jalan air itu, ada kaitan dengan lokasi Bea Cukai dan kita sudah bersama Bea Cukai turun dan tidak ada persoalan. Nantinya akan disurati secara resmi kepada Bea Cukai untuk penataan jalannya air dan kedepan kita akan mengalokasi ini agar tidak banjir lagi," ujar Anwar Hasyim.

Ia juga menegaskan bahwa, pemeritah tidak akan tinggal diam dan tetap peduli terhadap masyarakat yang mengalami hal seperti ini. (Nadeak)

Karimun, FaktaNasional.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri menegah speed boat tanpa nama yang mengangkut ratusan ribu batang rokok kawasan bebas (FTZ) di sekitar pulau Petong asal tujuan jembatan 1 Batam menuju Tembilahan.

Kepala Bidang Penindakan Sarana Operasi (PSO), R Evi Suhartantiyo mengatakan speed boat tanpa nama tersebut ditegah Sabtu, (21/1/2017) sekira pukul 00.30 WIB di sekitar Pulau Petong dengan koordinat 00º39’850″.U/104º01’100″.

"Sabtu (21/1/2017) kurang lebih pukul 00.30 WIB satgas patroli laut kita dengan nomor lambung BC 119 melakukan penegahan terhadap satu kapal speed boat tanpa nama dengan dua mesin tempet Yamaha masing-masing 200 PK. Penegahan ini hasil dari pengembangan informasi dan kemudian dilakukan pengejaran," kata R Evi saat ditemui di Posko Ketapang, Rabu (25/1/2017).

R Evi menjelaskan, saat dilakukan penghitungan rokok yang tertinggal diatas kapal hanyak tersisa 60 kotak setara dengan 414 ratus ribu batang rokok dengan empat jenis yakni, merk Sun sebanyak 172 ribu barang rokok, merk H Mild sebanyak 130 ribu batang, Harmony sebanyak 61 ribu batang, Luffman sebanyak 50 ribu batang rokok.

"Saat dihitungan diatas kapal hanya tersisa 60 kotak saja. Sedangkan jenis rokok yang diamankan ada empat dengan berbagai merk yaitu, merk Sun, Merk H Mild, Merk Harmony dan Merk Luffman dengan total kurang lebih 414 ratus ribu batang," jelas R Evi.

Ia menambahkan untuk nilai barang diperkirakan Rp 130 Juta, sedangkan untuk perkiraan nilai kerugian negara Rp 230 Juta. (Nadeak)

Temukan kami di Facebook